Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bersama Stimulant Institute-mitra Save the Children terus memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Fasilitator Daerah (Fasda) dan Champion SD Model Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, pada 31 Maret hingga 2 April 2026, dilakukan secara pararel bertempat di Aula SDN Tabulo Dara dan Rumah Belajar Sumba.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Fasda dan Champion SD Model dalam menyebarluaskan serta mereplikasi praktik baik dari implementasi Program Sponsorship yang telah berjalan selama kurang lebih 10 tahun. Dalam perannya, Fasda akan akan mengaktivasi gugus KKG, sementara Champion merupakan sekolah atau individu menjadi contoh praktik baik dalam pembelajaran.
Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (DPKO), fasda dan champion SD Model dengan total peserta sebanyak 45 orang, terdiri dari 28 Fasda (P:22, L: 6) serta 18 Champion (P:17, L:1).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPKO, Ibu Titi A.L. Lay, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin dengan mitra pembangunan. Ia menegaskan bahwa meskipun di tengah kondisi efisiensi anggaran, penguatan kapasitas Fasda tetap dapat dilaksanakan. “Kami berharap kesempatan ini dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh agar mampu membawa perubahan nyata bagi sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan dilakukan secara paralel dengan difasilitasi oleh enam trainer, yaitu David Moto Lele, S.Pd., M.Pd., Yakobus U. Dagha, S.Pd., M.Pd., Antonius Tamo Ama, S.Pd., Susan N. Paubun, S.Pd., Yoice Keke M. Dima, S.Pd., Gr., dan Wiwi Kancanawati, S.Pd., Gr. Peserta dibekali empat keterampilan dasar pengimbasan dan replikasi, yaitu keterampilan memfasilitasi (facilitation), pendampingan (coaching), konsultasi (consultation), dan melatih (training), yang menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran mereka di lapangan.
Proses pembelajaran dalam pelatihan ini menerapkan pendekatan andragogi (pembelajaran orang dewasa), di mana peserta terlibat aktif melalui diskusi partisipatif, studi kasus, role play, experiential learning, serta sesi refleksi bersama. Salah satu peserta, Bapak Alexzander M. K. Mesa, S.Pd sebagai coordinator fasda wilayah Laboya Barat menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu memperkuat pemahaman mereka sebagai pendamping. “Kami mengapresiasi kegiatan pelatihan empat (4) ketrampilan dasar pengimbasan dan replikasi, 4 keterampilan dasar Pengimbasan dan Replikasi tersebut memberikan bekal kompetensi praktis bagi Fasda untuk melakukan pengimbasan, pendampingan, dan refleksi dalam meningkatkan kepercayaan diri, kualitas pembelajaran, serta efektivitas dalam mengelola perubahan di Sekolah atau Gugus.” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Fasda dan Champion SD Model dapat menjadi motor penggerak dalam memperluas praktik baik di satuan pendidikan lainnya. Dengan demikian, kualitas pembelajaran yang berpusat pada anak, inklusif, dan berkelanjutan dapat dirasakan secara lebih luas oleh peserta didik di Kabupaten Sumba Barat.
(SI/Education/AL)