Program KREASI yang diinisiasi oleh Save the Children bersama Stimulant Institute menegaskan peran strategis kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai. Dalam forum pemaparan capaian 2025 dan rencana 2026 yang digelar pada 3 Maret 2026 di Aula DPRD, para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, mitra perguruan tinggi, hingga satuan pendidikan memperkuat komitmen bersama untuk memastikan peningkatan kualitas layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun pertama implementasi, Program KREASI telah menjangkau 29 satuan pendidikan yang terdiri dari 21 SD/MI dan 8 PAUD/TK/RA. Dampak program tidak hanya terbatas pada sekolah sasaran, tetapi juga meluas melalui praktik baik yang direplikasi di lingkungan pendidikan sekitar. Sebanyak 219 guru telah mendapatkan pelatihan pembelajaran berdiferensiasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Intervensi strategis lainnya mencakup pengembangan Catch Up Club untuk penguatan literasi dan numerasi siswa, serta aktivasi komunitas belajar sebagai ruang refleksi dan peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan. Implementasi ini didukung oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan, kelompok kerja guru, serta kemitraan dengan Universitas Pasifik Morotai.
Memasuki tahun 2026, arah program difokuskan pada penguatan skala dampak dan integrasi kebijakan. KREASI akan mendorong perluasan praktik baik ke lebih banyak satuan pendidikan, memperdalam kualitas implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta memperkuat intervensi literasi dan numerasi berbasis kebutuhan siswa. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah akan dipertegas melalui integrasi program ke dalam dokumen perencanaan pembangunan, termasuk RPJMD, guna memastikan keberlanjutan dan dukungan sistemik.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari capaian output, tetapi dari perubahan nyata pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan anak. Dengan fondasi kolaborasi yang telah terbangun, KREASI di Morotai diarahkan menjadi model penguatan ekosistem pendidikan daerah yang adaptif, inklusif, dan berdampak jangka panjang. (PSI/Red)