24 April 2024 /
702 Viewers

Memperkuat Gerakan Perlindungan Anak Melalui Pelatihan Manajemen Kasus Kekerasan

Kejadian kekerasan seperti fenomena gunung es, puncaknya terlihat namun pangkalnya yang besar berada di dalam air. Kejadian kekerasan yang terungkap hanya sebagian kecil dari jumlah kejadian kekerasan yang sebenarnya terjadi. Fenomena ini merupakan dampak dari berbagai aspek seperti pemahaman masyarakat tentang mekanisme rujukan penanganan kasus, situasi sosial kemasyarakatan dan cara pandang masyarakat terhadap kejadian kekerasan sebagai sesuatu hal yang wajar.

Mengupayakan perlindungan anak di wilayah Sumba Barat, Stimulant Institute mitra Save the Children melalui program Sponsorship menggagas Training of Trainers Manajemen Kasus Kekerasan Terhadap Anak (15-19/4). Pelatihan tersebut melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (DPKO).

Hal berbeda yang dilakukan di tahun 2024 adalah pelibatan sumber daya dari DPKO. Pelibatan ini lahir dari catatan refleksi bahwa mayoritas kejadian kasus kekerasan terlapor dialami oleh warga satuan pendidikan khususnya peserta didik.

Samuel Kalikula, Kadis P5A menyatakan bahwa “dalam 3 tahun terakhir, jumlah pelaporan kasus kekerasan makin meningkat. Fenomena tersebut dapat bermakna dua hal. Pertama, jumlah kejadian kekerasan memang meningkat. Kedua, tingkat pemahaman masyarakat untuk melaporkan kasus juga meningkat. Tentunya hal ini merupakan pertanda baik, akan tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Tetapi perlu lebih banyak mengupayakan tindakan pencegahan kekerasan terjadi”. Lebih lanjut beliau menyatakan bahwa “...masih ada kejadian kekerasan seksual yang terjadi yang dialami oleh anak yang berdampak pada kehamilan usia anak dan dikeluarkan dari sekolah. Terkait hal ini, kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan DPKO untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam memandang kekerasan yang dialami anak dan penanganannya”.

Cindi Kiuk Staf bidang Pendidikan Dasar pada DPKO menyatakan “... semua sekolah di kabupaten Sumba Barat telah membentuk TPPK dan juga Satgas TPPK di tingkat kabupaten. Namun, semua tim ini belum pernah mendapatkan penguatan kapasitas. Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk membekali Dinas Pendidikan dalam memberikan dukungan dan melakukan pendampingan kepada TPPK di sekolah dalam pengupayakan pencegahan dan penanganan kekerasan di level satuan sekolah”.

Ditempat yang sama, Karolina Malo program officer pada Stimulant Institute menyatakan bahwa “..pelibatan sumber daya dari Dinas teknis sebagai upaya untuk mampu menerapkan informasi manajemen kasus sesuai peran dari masing-masing lembaga atau Dinas. Selain itu, peserta terlatih dapat memfasilitasi pelatihan ini kepada TPPK sekolah dan PATBM di tingkat desa.”

Hal utama yang disasar dalam penanganan kekerasan terhadap anak adalah pemulihan kondisi anak. Agar proses pemulihan tersebut bisa dicapai, salah satu aspek penting dalam manajamen kasus kekerasan terhadap anak adalah koordinasi dan kolaborasi. Oleh karena itu, peran aktif semua lembaga penyedia layanan sangat penting untuk mendukung proses pemulihan anak. (PSI/ Red)