24 Maret 2026 /
366 Viewers

KREASI Morotai Perkuat Komitmen Fasda dan PUD untuk Pendampingan 40 Sekolah

Morotai, 24 Maret 2026. Program KREASI Morotai menegaskan langkah strategisnya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan perlindungan anak melalui penguatan peran Fasilitator Daerah (Fasda) dan Pelatih Utama Daerah (PUD). Setelah menuntaskan proses seleksi terbuka, Stimulant Institute tidak berhenti pada penjaringan, tetapi langsung mengonsolidasikan komitmen para pendamping sebagai fondasi utama implementasi program sepanjang 2026. Forum penguatan ini menjadi titik krusial untuk menyelaraskan arah gerak program. Fasda dan PUD diposisikan bukan sekadar pelaksana, melainkan sebagai champion perubahan aktor kunci yang akan menggerakkan praktik pengajaran yang lebih berkualitas dan memastikan lingkungan belajar yang aman bagi anak.

Fokus utama pertemuan diarahkan pada tiga hal strategis: penyamaan pemahaman prioritas program KREASI, penajaman timeline kegiatan selama 2026, serta penyusunan skema pendampingan berbasis wilayah. Melalui pendekatan klaster, sebanyak 40 sekolah dampingan dikelompokkan berdasarkan kedekatan geografis untuk mempermudah koordinasi dan memperkuat kolaborasi antar sekolah.

Model ini dirancang untuk menciptakan ekosistem belajar yang saling terhubung. Fasda dan PUD akan mendampingi kelompok sekolah secara rutin, memastikan transfer praktik baik berjalan konsisten dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Berbeda dari pendekatan top-down, KREASI Morotai memberi ruang bagi Fasda dan PUD untuk memilih wilayah dampingan mereka sendiri. Skema ini menjadi strategi membangun rasa kepemilikan, memperkuat tanggung jawab, sekaligus meningkatkan motivasi kerja di lapangan.

“Kegiatan ini memberi kesan positif dan memperkuat motivasi saya untuk berperan sebagai fasilitator daerah. Saya semakin termotivasi untuk berperan aktif dan berkontribusi dalam menjalankan tugas dari master teacher literasi di tahun 2025 ke Fasda guru kelas rendah di tahun 2026. Kebersamaan dalam menyatukan visi dan tujuan membuat komitmen yang dibangun terasa lebih kuat dan bermakna. Kegiatan ini juga tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat kerja sama dan rasa tanggung jawab bersama,” ujar Hafira, salah satu Fasda terpilih.

Output utama dari forum ini adalah kesepakatan konkret mengenai peran, wilayah kerja, serta mekanisme pendampingan yang terstruktur. Dengan fondasi tersebut, Fasda dan PUD diharapkan mampu menjalankan fungsi sebagai penggerak perubahan secara konsisten mendampingi guru, memperbaiki praktik pembelajaran, dan memastikan perlindungan anak terintegrasi dalam proses pendidikan.

Keberhasilan KREASI Morotai kini bertumpu pada kekuatan komitmen ini. Perencanaan yang matang telah disiapkan, namun dampak nyata akan ditentukan oleh konsistensi para pendamping di lapangan. Forum ini menjadi penanda awal bahwa perubahan tidak hanya dirancang, tetapi juga dijalankan secara kolektif dan berkelanjutan. (PSI/Red)