Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan Program Sponsorship di tingkat desa dengan mengintegrasikannya ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Komitmen ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Yermias Ghudi, dalam diskusi strategis bersama tim Stimulant Institute pada 25 Maret 2026 di kantor DPMD.
Diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan Stimulant Institute, termasuk Program Manager serta koordinator bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Perlindungan Anak. Pertemuan ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam konteks fase exit plan yang sedang dijalankan.
Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, pemerintah daerah mendorong pemerintah desa mengalokasikan pembiayaan untuk beberapa bidang strategis, yaitu:
Pada bidang pendidikan, alokasi anggaran diarahkan untuk mendukung insentif pengelola perpustakaan desa serta kegiatan taman baca sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi masyarakat. Sementara itu, pada pendidikan anak usia dini, dukungan diberikan untuk pembiayaan pertemuan rutin gugus tugas sebagai ruang koordinasi dan peningkatan kualitas layanan.
Di sektor kesehatan, komitmen pendanaan mencakup dukungan terhadap posyandu remaja melalui pemberian insentif bagi kader dan pelaksanaan kegiatan rutin, termasuk kunjungan rumah. Selain itu, desa juga didorong untuk membiayai kegiatan rembuk stunting, insentif tenaga kesehatan dalam mendukung posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), serta pengadaan buku register. Dukungan juga diperluas pada penguatan layanan air bersih melalui KPSPAM, termasuk insentif bagi komite air di sembilan desa dan biaya pemeliharaan sarana prasarana air bersih.
Pada bidang perlindungan anak, alokasi anggaran difokuskan pada penguatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 15 desa yang ditargetkan sebagai desa model. Dukungan ini mencakup insentif bagi pengurus, kegiatan pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pembiayaan rujukan kasus. Selain itu, Forum Anak Desa juga mendapatkan dukungan melalui insentif pengurus dan pembiayaan kegiatan partisipatif anak di tingkat desa.
Komitmen ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam memastikan keberlanjutan dampak Program Sponsorship yang selama ini dijalankan oleh Stimulant Institute-mitra Save the Children. Selain dukungan pembiayaan, pemerintah daerah juga menunjukkan keseriusan dengan mengadopsi perangkat tools pelaporan dan monitoring yang telah dikembangkan dalam program tersebut.
Lahirnya kesepakatan ini tidak terlepas dari peran Yermias Ghudi yang memiliki pengalaman panjang mendampingi implementasi Program Sponsorship sejak menjabat di berbagai posisi pemerintahan, mulai dari Sekretaris Kelurahan, Lurah, hingga jabatan struktural di DPMD. Keterlibatannya tidak hanya sebagai representasi pemerintah, tetapi juga sebagai narasumber dan fasilitator dalam berbagai kegiatan seperti PATBM, Forum Anak Desa, dan KPSPAM.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang mendalam terhadap substansi program, khususnya kontribusinya dalam penguatan pendidikan anak usia dini, layanan kesehatan, dan perlindungan anak. Pemahaman inilah yang kemudian mendorong lahirnya komitmen nyata untuk mengintegrasikan ke dalam penganggaran desa.
Dengan adanya komitmen ini, diharapkan desa memiliki kapasitas dan kemandirian yang lebih kuat dalam melanjutkan inisiatif-inisiatif pembangunan manusia ditingkat desa, sekaligus memastikan bahwa investasi sosial yang telah dibangun selama ini tetap berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.