Gotalamo, 20 Mei 2025 — Stimulant Institute bekerja sama dengan Save the Children Indonesia melalui program KREASI melaksanakan Lokakarya Aktivasi atau Revitalisasi Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) pada Selasa, 20 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai dan dihadiri oleh para guru serta kepala sekolah dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran KKG dan K3S sebagai wadah kolaboratif dalam meningkatkan kompetensi guru dan kepala sekolah. Melalui forum ini, para pendidik dapat berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan pembelajaran, serta mengembangkan kurikulum dan media pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Program KREASI sendiri mengusung pendekatan kolaboratif lintas sektor, tidak hanya merangkul pemangku kepentingan di level institusi pendidikan, tetapi juga melibatkan komunitas belajar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Melalui metode coaching, mentoring, dan sharing pengalaman di ruang belajar, inisiatif ini diharapkan dapat membawa dampak positif, yang salah satunya akan tercermin dalam capaian Rapor Pendidikan. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Hi Rajak Lotar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya peran strategis guru dan kepala sekolah tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan inspirator bagi peserta didik.
“KKG dan K3S merupakan forum penting bagi tenaga pendidik. Di sinilah tempat mereka saling berbagi, berdiskusi, dan mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan demi peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan masing-masing,” ujar Rajak Lotar saat membuka kegiatan. Ia juga berharap forum ini dapat memperkuat pendekatan struktural dan fungsional dalam pemberdayaan guru, khususnya melalui peran Master Teacher dan Tim TPPK sekolah untuk melakukan in-house training dan aksi pengimbasan kepada rekan sejawat.
Kegiatan ini mendapat respons antusias dari para peserta. Salah satunya, Rima seorang guru dari Kecamatan Morotai Jaya menyampaikan pandangannya tentang pentingnya keberadaan KKG. Menurutnya, KKG bukan hanya forum untuk berbagi tantangan dalam pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas isu-isu penting seperti perlindungan anak di lingkungan sekolah.
“KKG sangat penting, apalagi dalam isu perlindungan anak. Masih ada budaya yang menganggap teguran fisik adalah hal yang wajar. Ini menjadi tantangan besar, apalagi dengan kurangnya partisipasi orang tua dalam mendidik anak tanpa kekerasan,” ungkap Rima. Ia berharap aktivasi kembali KKG dapat menjadi titik awal bagi lahirnya solusi bersama dalam menghapus budaya kekerasan, sehingga sekolah bisa menjadi tempat membangun generasi Morotai yang cerdas dan berkarakter.
“Sepintar apapun seseorang, pasti memiliki kekurangan dan membutuhkan orang lain. Karena itu, KKG menjadi sangat penting agar guru bisa saling berbagi dan berkolaborasi di lingkup kecamatan,” tutupnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan aktivasi dan revitalisasi KKG dan K3S dapat memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif, aman, dan berkualitas di Kabupaten Pulau Morotai. (Red/ SI)