Waikabubak, 27 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) bersama Forum Anak Daerah (FAD) dengan dukungan Perkumpulan Stimulant Institute-mitra Save the Children, melalui program Sponsorship menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) anak tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Mendorong Peran Aktif Anak dalam Pembangungan Daerah Menuju Kabupaten Layak Anak”. Kegiatan ini merupakan forum tahunan yang memberikan ruang bagi anak-anak menyampaikan aspirasi, kebutuhan serta pandangan mereka terkait pembangunan daerah, khususnya dalam pemenuhan hak-hak anak. Kegiatan ini juga menjadi salah satu indicator penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui penyediaan ruang partisipasi yang bermakna bagi anak. Kegiatan ini dihadiri oleh 108 peserta yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, Lembaga terkait dan Forum Anak Kabupaten dan Kecamatan.
Sekretaris Daerah Sumba Barat, Yeremia Ndapa Doda, S.sos, dalam sambutannya menyampaikan “Keterlibatan anak dalam forum ini, secara tidak langsung melatih diri untuk berdialog dan belajar menyelesaikan masalah. Anak juga akan belajar menghargai pendapat dan pandangan orang lain sehingga harapan ke depan adalah anak menjadi agen perubahan dan menjadi kader pemimpin masa depan yang memahami eksistensi dan perannya dalam pembangunan daerah. Apabila ruang partisipasi seperti ini terus kita sediakan dan kita dorong, saya yakin Anak Sumba Barat akan mampu mengakselerasi potensinya, berani mengemukakan pendapat, serta belajar bermusyawarah sesuai usia dan perkembangannya. Karena itu kita patut mengapresiasi kepada mitra LSM Khususnya Stimulant Institute yang turut memfasilitasi pelaksanaan Musrembang Anak ini. Kita sadari peran Stimulant Institute terhadap kepentingan anak cukup besar, karena itu atas nama pemerintah Kabupaten Sumba Barat saya mengucapkan terimakasih, dan terimakasi banyak atas kontibusinya dalam pembangunan di Kabupaten Sumba Barat”.
Sementara itu, Ketua Forum Anak Daerah, Jansen Rolando William Radjah, dalam sekapur sirihnya menyampaikan “Kepada teman-teman Forum Anak yang hadir pada hari ini, saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita menyampaikan ide, pendapat, dan usulan dengan penuh tanggung jawab, sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan manfaat bagi seluruh anak di Kabupaten Sumba Barat, serta mendorong terwujudnya Kabupaten Sumba Barat yang semakin ramah anak, di mana setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal”.
Diskusi ini dipimpin oleh FAD dan terbagi dalam 6 klaster hak anak. Hasil diskusi mencakup pembentukan Forum Anak Desa di seluruh desa/kelurahan, penguatan kapasitas dan legalitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), pengaktifan posyandu remaja serta menyediakan ruang kreativitas bagi anak di desa/kelurahan.
Hasil Musrenbang Anak Kabupaten menjadi rekomendasi penting bagi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk di integrasikan dalam perencanaan program dan kegiatan serta mendukung tercapainya Kabupaten Layak Anak di Sumba Barat.