22 Februari 2023 /
121 Viewers

Pengembangan Masyarakat

Saat ini kami bekerja di 2 Kabupaten, Sumba Barat dan Sumba Timur. Pengembangan masyarakat yang dilakukan bertujuan agar masyarakat dampingan memiliki kemampuan untuk menolong diri mereka sendiri dengan bertumpu pada potensi yang dimiliki. Keberadaan kami bersama mereka tidak lebih sebagai aktor yang memotivasi dan memfasilitasi agar potensi dan kemampuan terbaik mereka dapat optimal. Kami menggunakan metode atau pendekatan untuk menemukan permasalahan dan mencari solusinya. Metode dimaksud antara lain: PRA, outcome mapping, appreciative inquiry melalui pendekatan berbasis asset.

Kami memiliki perhatian yang besar terhadap kaum muda untuk mengembangkan kemampuan diri mereka. Sebuah program bertema: “Pendidikan dan Kesiapan Kerja Anak Muda” yang dijalankan dengan dukungan Save the Children. Program ini telah membina lebih kurang 101 anak muda, baik yang sementara berada di bangku sekolah (SMK) maupun mereka yang putus sekolah. Mereka sementara bekerja membantu daerah menurunkan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru yang sedang mereka geluti. Program ini melalui sinergi antara dunia pendidikan kejuruan, mentor teknis dan dinas teknis mampu menghasilkan modul dan pendekatan yang kontekstual sehingga mudah untuk diterapkan dan dapat diterima. Para orang muda terampil bekerja pada lebih kurang 10 unit usaha, antara lain: penjual kripik, kue, budidaya ikan, perbengkelan, penjahit, ternak ayam, pangkas rambut, perkiosan dan hortikultura.

 

Selain membangun kecakapan dan kesiapan hidup muda muda kami juga melakukan pengembangan masyarakat melalui penyediaan air bersih melalui program “Air Untuk Sumba”.

Kesulitan mendapatkan air bersih menjadi masalah klasik di banyak daerah yang ada di pulau Sumba dan pulau lain yang ada di NTT. Salah satunya di desa Tanarara-Sumba Barat. Desa Tanarara sesungguhnya memiliki potensi sumber air yang berlimpah. Sayangnya, jarak mata air dari pemukiman penduduk dan fasilitas public seperti sekolah dan Puskesmas cukup jauh. Di balik potensi sumber air yang besar, menyimpan perjuangan anak dalam mengakses air bersih. Siklus hidup yang mereka jalani  banyak dihabiskan untuk mengambil air, padahal seharusnya waktu yang dimiliki oleh anak-anak dapat digunakan untuk belajar dan bermain.

Untuk mengatasi persoalan di atas, sebuah kemitraan Save the Children dan Stimulant Institute melaksanakan project pengadaan air berbasis sumber daya yang tersedia di desa tersebut.  Sistem distribusi air untuk mempermudah akses masyarakat menggunakan perpaduan system tenaga surya dan gravitasi. Melalui project ini, air bersih sudah terdistribusi ke masyarakat umum yang ada di tiga dusun dan fasilitas umum seperti puskesmas dan sekolah yang ada di desa tersebut. 

Sejak fasilitas air bersih ini berfungsi, tidak saja mampu memenuhi kebutuhan domestic, tetapi membangkitkan usaha ekonomi rumah tangga. Masyarakat mulai mengelola lahan pekarangan untuk ditanami sayur dan buah buahan, yang selanjutnya hasil panen tersebut dipasarkan. Tercatat 2 kepala keluarga memanfaatkan air untuk kolam peternakan ikan dan 25 kepala keluarga memanfaatkan air untuk perkebunan sayur. Dampak adanya sumber air menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Salah satu pemanfaat air Agustinus T. Lede (Bapak Stefi) 42 tahun mengungkapkan bahwa dengan adanya air, telah membantu dia dan kelompoknya berkembang. Dengan modal Rp 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) untuk membeli bibit, setelah panen dalam waktu 50 hari mereka telah mendapatkan hasil kurang lebih Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).

Novi, Siswi Kelas VIII, juga mengungkapkan “Saya sangat senang sekali, bahwa sekarang saya tidak kecapain lagi untuk pergi ambil air, karena sumber air sudah dekat dengan rumahnya saya. Sekarang waktu untuk saya bermain dan belajar bersama teman-teman lebih banyak”

Bapa Ito, Ketua Komite Air, mengungkapkan “Program pengadaan air bersih yang telah dibangun oleh Save the Children bersama Stimulant Institute di desa kami, telah menjawab apa yang menjadi pergumulan kami selama ini terkait memperoleh air bersih. Kami masyarakat sangat bersyukur dan mengapresiasi bahwa program yang dibangun juga melibatkan kami, sehingga kami sebagai masyarakat bisa mengetahui dari awal terkait pekerjaan yang telah dilakukan, ini bisa menjadi pengalaman dan pembelajaran buat kami dalam menjaga dan merawat konstruksi yang telah dibangun”.

Untuk menjamin keberlanjutan pemeliharaan fasilitas telah membentuk komite air dan telah terintegrasi dalam unit usaha Bumdes.