17 Januari 2026 /
267 Viewers

KREASI Morotai Perkuat Peran Kepala Sekolah dalam Mentoring Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Morotai, 17 Januari 2026. KREASI Morotai menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Peran Kepala Sekolah dan Master Teacher (MT) pada 17 Januari 2025 sebagai upaya strategis memperkuat implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran mendalam sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Mendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dirancang untuk membekali kepala sekolah dan guru dengan pemahaman operasional sekaligus kapasitas kepemimpinan pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.

Lokakarya ini menempatkan kepala sekolah sebagai aktor kunci dalam mentoring pembelajaran di satuan pendidikan. Penguatan peran tersebut diarahkan agar kepala sekolah mampu menjalankan fungsi supervisi akademik yang bermakna, berbasis pendampingan sejawat (mentoring), serta mendorong budaya refleksi dan kolaborasi profesional di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan ini, kepala sekolah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang aktif menggerakkan inovasi pedagogis.

Kegiatan dilaksanakan secara paralel di Kecamatan Morotai Selatan dan Morotai Utara. Dalam lokakarya ini, guru tidak hanya memperoleh penguatan konsep, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran mendalam. Strategi ini dirancang agar praktik pembelajaran benar-benar berpihak pada kebutuhan, kesiapan, dan karakteristik peserta didik, khususnya pada jenjang PAUD dan Sekolah Dasar.

Irwan, fasilitator kegiatan di Kecamatan Morotai Selatan, menekankan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran mendalam merupakan dua pendekatan yang saling terkait dan harus hadir secara simultan dalam setiap pertemuan pembelajaran. Menurutnya, integrasi kedua pendekatan tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan berdampak terhadap peningkatan hasil belajar.

Sebagai tindak lanjut, kepala sekolah dibekali dengan template supervisi akademik yang dirancang untuk mendukung praktik mentoring pembelajaran secara berkelanjutan. Template ini menjadi instrumen strategis bagi kepala sekolah dalam mendampingi guru melalui observasi, refleksi, dan umpan balik konstruktif. Sementara itu, guru memperoleh template asesmen diri sebagai sarana pembelajaran mandiri dan refleksi profesional untuk terus meningkatkan kualitas praktik pembelajaran.

Melalui penguatan peran kepala sekolah dalam mentoring dan kepemimpinan pembelajaran, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, adaptif, dan selaras dengan kebijakan Kurikulum Merdeka di Kabupaten Pulau Morotai, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dasar dan anak usia dini.(Red/SI)