LATAR BELAKANG
Program KREASI telah mendorong penguatan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak melalui intervensi di 40 SD/MI. Sepanjang pelaksanaannya, program ini memunculkan beragam dinamika perubahan di tingkat satuan pendidikan mulai dari perubahan perilaku warga sekolah, praktik pengasuhan, penguatan mekanisme pencegahan dan penanganan kasus, hingga pola keterlibatan warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman. Dinamika ini penting dipahami secara lebih mendalam agar pembelajaran dari intervensi tidak berhenti sebagai capaian program semata, melainkan menjadi bukti yang dapat memperkuat kebijakan dan praktik perlindungan anak secara lebih luas.
Intervensi KREASI menjadi ruang strategis untuk memotret sejauh mana pendekatan yang diterapkan telah mendorong perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, dan praktik pada warga sekolah, institusi teknis terkait, orang tua, serta komite sekolah sekaligus mengidentifikasi praktik baik yang berpotensi direplikasi dan dikembangkan pada konteks daerah lain.
Untuk itu, pembelajaran dari 40 SD/MI intervensi perlu didokumentasikan secara sistematis dan berbasis bukti. Dokumentasi ini tidak hanya menggambarkan apa yang telah dicapai, tetapi juga menjelaskan bagaimana dan mengapa perubahan terjadi: proses perubahan, faktor pendukung dan penghambat, serta kondisi yang memungkinkan praktik baik bertahan dan terlembagakan dalam tata kelola sekolah. Temuan riset ini diharapkan memperkaya bukti mengenai adaptasi perlindungan anak di tingkat lokal termasuk bagaimana kebijakan, mekanisme kelembagaan, peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)/ BSAN, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, komite, dan institusi teknis diterjemahkan menjadi praktik sehari-hari di satuan pendidikan.
Hasil dokumentasi dan riset ini selanjutnya akan dibagikan dalam forum pendidikan dan perlindungan anak di tingkat nasional untuk memperkuat pertukaran pembelajaran antardaerah dan antarpemangku kepentingan. Secara khusus, hasil ini diharapkan berkontribusi pada penerapan dan penyempurnaan SOP kebijakan TPPK, dengan menghadirkan bukti empiris, praktik baik, dan pembelajaran dari tingkat lokal yang relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Atas dasar itu, dibutuhkan jasa konsultan riset yang mampu melakukan kajian secara partisipatif dan berbasis bukti, memotret perubahan perilaku dan praktik dari berbagai aktor kunci, serta merumuskan pembelajaran dan rekomendasi operasional untuk penguatan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
OUTPUT:
Konsultan diharapkan menghasilkan kajian dan dokumentasi berbasis bukti mengenai perubahan perilaku, praktik baik, serta pembelajaran dari intervensi KREASI di 40 SD/MI, yang mencakup:
PENAWARAN TERBUKA
Perkumpulan Stimulant Institute (PSI) kantor Morotai membuka kesempatan bagi Konsultan Riset untuk mengindentifikasi dan mengumpulkan data sebagai bukti (evidence) atas praktik baik dan perubahan perilaku atau Most Significant Change (MSC) dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pulau Morotai.
FOKUS PENUGASAN:
KUALIFIKASI:
DOKUMEN PENAWARAN:
1. Surat penawaran
2. Proposal teknis
3. Proposal Keuangan (RAB)
4. Curiculum Vitae (CV)
5. Portofolio
Dokumen penawaran dapat dikirim melalui email: hr.logistik.kreasi@gmail.com dan cc-ing mealstimulant04@gmail.com.
Batas akhir pengiriman proposal 07 September 2026.